Monthly Archives: July 2009

Pensi “Gebyar Juara 2009”, 100 % naik kelas

Cimahi Mandiri…. 😉 Memasuki tahun pertamanya, SD Juara Cimahi, salah satu sekolah Binaan Rumah Zakat Indonesia, tidak mau kalah dengan saudaranya SD Juara Bandung yang sehari lebih dulu menggelar acara pentas seni. Pada Jum’at (26/6), SD Juara Cimahi mengelar acara serupa dengan tema “Gebyar Juara 2009”. Pentas seni diisi dengan penampilan siswa-siswi dalam menunjukan kebolehannya, seperti tari Rebana, tari papua, Perkusi, tahfidz,puisi, medley dan cerita boneka tangan. Meskipun baru pertama kali pentas diatas panggung, penampilan mereka sangat mengagumkan, bahkan orang tua mereka ikut tampil ke panggung dengan membacakan puisi. Cerita boneka tangan yang ditampilkan seperti wayang golek, mampu mngundang tawa tamu undangan dan orang tua mereka. Ada juga yang meniru group dangdut “Zoneta”, dengan membawakan lagu Judi dan pakaian sorban menjadi buruan wartawan foto yang hadir saat itu. Seusai pentas seni, acara dilanjutkan dengan membuka pameran karya siswa Juara. Berbagai lukisan, kerajian kertas lipat dan foto kegiatan dipamerkan kepada orang tua merka dan tamu undangan. Sesuai sholat jum’at acara dilanjutkan dengan pembagian raport dan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sekitar. “Yang menggembirakan di SD Juara Cimahi ini, menjadi satu-satunya sekolah binaan rumah zakat, siswa 100% naik kelas” kata Heni Widiastuti, div head educare. (yud)

Advertisements

Kehadiran “Soneta Group” di SD Juara Cimahi diburu Wartawan (5 Media)…..Dahsyaaaat…

Jabar Berkarya … (;P Penampilan “Roma Soneta Group” menarik perhatian penonton dan menjadi buruan wartawan, Jum’at (26/6). Bahkan sampai masuk ruang ganti pun, Roma cilik terus diikuti untuk diwawancara. Bahkan kepala sekolahnya pun, kalah pamor dari siswa yang menjadi Roma cilik ini. Padahal Cuma membawakan 1 lagu dengan judul “Judi”.

Kehadiran para wartawan yang datang ke SD juara Cimahi lebih banyak dari pada ke SD juara Bandung yang dilaksanakan sehari sebelumnya. Tercatat wartwan dari Republika, kompas, PR, Tribun Jabar, Radar Bandung, dan satu wartawan media Online kantor berita Antara.com. (yud)

Konsep Multiple Intelligences dalam Film Laskar Pelangi…..

Cimahi Mandiri Ditemani sejuknya udara pegunungan hari Minggu (28/06) telah dilaksanakan acara upgrading mentor. Bertempat di Katumiri Out Door Activity DAN SEKITARNYA, Cihanjuang. Kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap 6 bulan sekali yang diselenggarakan RZI Cabang Cimahi.Yang bertujuan meningkatkan wawasan & kemampuan kakak mentor di saat membina para adik asuh.


Dalam kegiatan ini disajikan materi tentang Multiple Inteligence, yang disajikan secara lugas oleh dua orang pemateri. Yaitu Arif Taat Ujiyanto, Kepala Sekolah SD Juara Cimahi & Jajang Sudarsa, Kepala Sekolah SD Juara Bandung. Pementor yang menjadi peserta berasal dari ICD Cibeureum, Melong & Korwil Sukaraja ( Cimahi). ICD Lembang & Parongpong ( Lembang).


Diselingi pemutaran potongan film sebagai ilustrasi, kedua pemateri menerangkan materinya. Termasuk film Laskar Pelangi, berikut ini kutipan materi yang diberikan :


KONSEP MI DALAM FILM LASKAR PELANGI

Fenomena Laskar Pelangi untuk ukuran karya sastra di Indonesia sangat luar biasa. Tetralogi karya Andrea Hirata telah mengalami multi level marketing spirit. Semangat pantang menyerah anak-anak Laskar Pelangi telah bergulir efektif dari mulut ke mulut seperti bola salju setiap saat makin membesar. Semangat pantang menyerah tersebut ditumbuhkan oleh Ibu Guru Muslimah jebolan sekolah sulam-menyulam (SKP). Bukan alumni Sekolah Pendidikan Guru atau Sekolah Pendidikan Agama.


Bu Muslimah dan Pak Harfan, telah melaksanakan dan mempraktekkan pendidikan inklusi terhadap anak-anak Laskar Pelangi di SD Muhammadiyah Gantong Belitong. Harun, murid penyelamat bagi SD Muhammadiyah Gantong merupakan murid berkebutuhan khusus, yang biasa disebut dengan anak special need. Saat masuk kelas 1 SD, umur Harun sudah 15 tahun dan tercatat sebagai murid yang mendaftar paling akhir. Harun adalah murid yang terbelakang mental. Sehingga mau tidak-mau, SD Muhammadiyah Gantong harus membaurkan Harun dengan murid normal lainnya.


Konsekuensinya dalam kegiatan belajar mengajar, ada keragaman dalam metode dan target pembelajaran. Materi mengajar dan belajar, disesuaikan untuk memenuhi kebutuhan dan kemampuan masing-masing murid secara individu. Bu Muslimah tidak pernah menuntut muridnya meraih prestasi yang sama. Disesuaikan dengan kapasitas masing-masing. Seperti Harun, Bu Mus hanya menarget Harun bisa berbicara yang baik-baik saja kendati belum bisa menulis. Demikian pula, di kelas Laskar Pelangi telah dilaksanakan konsep multiple intelligences (kecerdasan majemuk) jauh sebelum Howard Gardner menemukan konsep tersebut.


Lihat saja, Lintang yang jago matematika berdasarkan teori multiple intelligences menunjukkan salah satu jenis kecerdasan logical-mathematical intelligence. Lintang oleh Bu Muslimah di bina matematikanya yang akhirnya memenangkan cerdas cermat melawan SD PN Timah. Mahar yang piawai merdu melantunkan gurindam dan ulung mengarang dongeng, tergolong cerdas dalam dimensi liguistic dan musical intelligence.


Sehingga sekolah mendaulat Mahar sebagai Ketua tim kesenian untuk lomba karnaval 17 Agustus, akhirnya karnaval anak-anak Laskar Pelangi dinobatkan sebagai juara I mengalahkan SD PN Timah sebagai juara bertahan bertahun-tahun. Kucai yang bermulut besar, sok tahu, lemot dalam berhitung, selalu optimis dan punya jaringan luas, pantas menjadi ketua kelas terus menerus. Sebab ia termasuk cerdas dalam dimensi interpersonal dan linguistic intelligence.


Begitulah potret kelas Laskar Pelangi. Bu Muslimah merangsang setiap jenis kecerdasan itu berkembang secara alamiah. Sesuai kapasitas otak, bakat, emosi, dan mental anak. Bu Muslimah mengajar dengan demikian itu hanya mengandalkan konsep ar-rahman dan ar-rahim. Ia tak membedakan anak pintar dan bodoh. Ia sangat bijaksana membina murid, tidak membedakan anak baik dan anak nakal. Semua dibimbimg sesuai kapasitas karena berpijak pada prinsip yang tidak menyeragamkan standar kecerdasan anak. Jadi model belajar di kelas Laskar Pelangi memang patut diacungi jempol.


Acara ini di buka oleh Adnan Firdaus, Program Officer RZI Cabang Cimahi yang juga sekaligus menberi sambutan. Setelah acara selesai dilanjutkan dengan bermain di arena Out bond. (newsroom/Ginanjar)

Selamat Datang Juara dan Pejuang Baru!!!

Satu tahun berlalu sudah dengan segala romantika dan sejarah. Hari ini SD Juara kembali disemarakan dengan hadirnya 43 Pejuang Baru yang terdistribusi untuk 4 batalyon. Suara genderang perang (perkusi) ditabuh pagi tadi menyambut datangnya pasukan. Dengan disaksikan puluhan orang tua, siswa baru pun disambut dengan tembakan peresmian berupa taburan kertas, permen dan cokelat.

Pekan Orientasi Siswa SD Juara Cimahi tahun lalu kembali terulang tahun ini dengan ketidakhadiran Kepala Sekolah (hikhikhik…) karena sedang dikirim ke medang perang bernama RAKORNAS. Tetapi alhamdulillah, dengan dibuka oleh PKS Kesiswaan, POS bisa tetap terlaksanakan.

Hari pertama POS diisi dengan strategi “Aku, teman dan Guruku”. Kaum muhajirin (siswa pendatang/baru) dipertemukan dan diislahkan dengan kaum anshar (siswa lama). Games ta’aruf dihadirkan untuk lebih mengenalkan satu dengan yang lainnya. Tanpa diduga sampai detik-detik perjuangan hari ini, antara siswa baru dan siswa lama bisa akrab dan sama-sama terlarut dalam semangat baru.

Selain itu, beberapa pembiasaan lain juga sudah dilakukan, mulai pembiasaan sholat dhuha sampai makan berjamaah membentuk satu barak yang panjang. Alhamdulillh semoga tidak terlihat sebagai korban perang.

Strategi berikutnya yang telah dirancang oleh para perwira di SD Juara Cimahi adalah: “Aku Anak Tertib”, “Aku Anak Kreatif”, “Aku Anak Juara” serta akan ditutup dengan “We Are The Champions”. Setiap strategi akan dikemas dengan metode dan target berbeda, sehingga diharapkan lima hari kedepan semua pejuang sudah menjadi satu kesatuan keluarga besar SD Juara Cimahi, tanpa batas lama dan baru. Selain itu semua pejuang harus sudah siap berjuang dan berprestasi bersama.

Lalu bagaimana strategi selengkapnya untuk esok hari? Nantikan saja kabar perjuangannya…
Doakan kami, kami akan berusaha…!!! (newsroom/suhud)