Monthly Archives: October 2011

Satu Lagi, Juara Cimahi Hapal Juz 30 di Usia 7 Tahun

oleh Suhud Syamsul Hakim, RJI – Cimahi

Subhanalloh, alhamdulillah, laa ilaa illallah, Allohu Akbar…!!!

Satu lagi penghapal Quran hadir di Cimahi. Usianya baru genap 7 tahun di bulan Maret 2011 yang lalu. Di usianya yang belia ia sudah hapal Juz 30 dengan hapalan lancar dan bacaan yang sangat baik untuk seusianya.

Nama siswa ini adalah Muhammad Fadhil Hidayatullah. Ia lahir di Bandung tanggal 21 Maret 2004. Cita-citanya memang ingin menjadi pemain sepak bola, tapi boleh jadi dia yang akan menjadi yang pertama seorang pemain sepak bola yang hapal Quran 30 Juz. atau sebaliknya, yaitu seorang Hafidz Quran yang menjadi bintang sepak bola. Bintang di lapangan hijau dan bintang di akhirat. Mungkin ga? SANGAT MUNGKIN.

Dalam program TTQ SD Juara, Fadhil termasuk yang pesat dalam membaca Quran. Anak kelas 2 ini sudah berada di jilid VI bersama dengan kakak kelasnya kelas 4 dan 5. Padahal ada juga kelas 6 yang masih di jilid IV. Penampilannya low profile tapi ceria, dan siapa kira kalau prestasinya sangat dahsyat.

Prestasi yang luar biasa ini tentu bukan hanya peran sekolah dan guru saja. Ternyata di rumah ia pun sudah dibiasakan menghapal Quran dengan diikutkan pada RQ (Rhoudlatul Quran). Sehingga di hari kamis yang lalu, Alhamdulillah ia menuntaskan Juz 30. Kini ia sudah mulai melanjutkan hapalan Juz 29.

Doakan kami, semoga bisa mendampingi siswa yang luar biasa ini. Dan semoga hapalan kami bisa berlari lebih cepat lagi agar tidak terkejar hapalannya… hehe… ^_^ (aamiin)…

Advertisements

1.111.100 “Koin” Terkumpul dari Juara Cimahi untuk Somalia

oleh Suhud Syamsul Hakim, RJI – Cimahi

Pasca UTS semester ini, SD Juara Cimahi menyelenggarakan kegiatan pararel berupa: Bioskop Juara, Open Edu Games, Try Out, Market Day, dan Koin Cinta untuk Somalia.

Acara Koin Cinta untuk Somalia diselenggarakan mulai jam 10.30 – 11.00 WIB yang diawali dengan pemutaran film dokumenter tentang kelaparan hebat yang elanda Somalia. Di sesi pembuka ini sudah banyak siswa yang mnenunjukkan haru. Terlebih lagi ketika bersama-sama berdoa untuk saudara di Somalia, tangis kesedihan dan keharuan tidak terbendung lagi. Bukan hanya siswa yang menangis, guru-guru pun turut terlarut.

Setelah doa bersama, dilanjutkan dengan penggalangan dana dan penulisan pesan cinta untuk Somalia. Semula panitia mengira hanya akan terkumpul sekitar 400 ribuan. Tapi… ternyata Subhanalloh, “koin” yang terkumpulkan saat itu sebesar Rp 818.500,00.

Sesaat setelah penggalangan “koin” seorang siswa mendekati panitia dan berkata: Pak, boleh ga infak lagi setelah market day?”. Haaah, mau infak lagi setelah jualan…??? Subhanalloh…

Pertanyaan itu pun akhirnya mendapatkan jawaban. Pasca diselenggarakannya Market Day, siswa yang bersangkutan menyerahkan infak yang ternyata bukan cuma keuntungannya saja. Melainkan “SEMUA UANG YANG DIA DAPATKAN” dari market day, ia sumbangkan untuk Somalia. Dahsyat!!! Bahkan orang tuanya pun datang seraya sembunyi-sembunyi menyerahkan infak yang tidak sedikit jumlahnya….

Tanpa di duga, koin-koin itu terus bertambah. Hingga sore hari, Alhamdulillah terkumpul koin sebanyak Rp 1.111.100,00. Ya Allah, semoga uang yang terkumpul ini menjadi keberkahan bagi saudara-saudara di Somalia dan bagi pemberinya… Sampaikan ya Allah…Aamiiin….

Ahli Tahajud dan Dhuha dari Juara Cimahi

oleh Suhud Syamsul Hakim, RJI – Cimahi

Sebelumnya SD Juara Cimahi telah memberikan apresiasi kepada siswa yang khatam dan hapal Quran, serta apresiasi bagi yang tuntas shaum syawal. Kini, ternyata ada mutiara-mutiara yang baru terkuak padahal bukan dari kedalaman samudra.

Setelah ditelusuri dari buku penghubung (komunikasi laporan aktivitas siswa di sekolah dan di rumah), ternyata ada 3 orang siswa yang istiqomah menunaikan tahajud setiap malam. Yang mengejutkan lagi, ternyata satu di antaranya adalah siswa kelas 2. Ketiga siswa tersebut adalah:
1. M. Azmi Al Mutawakkil (kelas 2)
2. Dinar Yulianti (kelas 3)
3. Silvyana Nur Azizah (kelas 4)

Selain ditemukannya ahli tahajud, SD Juara juga menemukan ada 2 siswa ahli Sholat Dhuha. Mereka melakukannya bukan hanya di sekolah, tetapi di rumah pun tatkala liburan mereka tetap melaksanakannya. Lagi-lagi mereka adalah kelas bawah (3), yaitu:
1. Shofura (kelas 3)
2. M. Tsaqif (kelas 3)

Ada kabar… beberapa siswa juga selain di sekolah, dia juga selalu istiqomah dzikir al-Ma’tsurat di rumah (walau saat liburan). Siapakah dia???

Subhanalloh… dahsyat siswa Juara, membuat diriku semakin termalu-malu…. Banyak hal yang ternyata siswa-siswa kita lebih baik dari kita. Hanya beberapa hal sedikit dari mereka, yaitu, usianya, badannya, dan dosanya….

M-AMT Jawara: Journey to The Top

oleh Suhud Syamsul Hakim, RJI – Cimahi

Alhamdulillah hari Jumat – Sabtu kemarin (30 September – 1 Oktober 2011) Siswa kelas 4, 5, dan 6 SD Juara Cimahi mengikuti Kegiatan M-AMT (Mabit dan AMT). Selama dua hari itu mereka mengikuti kegiatan pembinaan dan motivasi menjelang UTS yang dimulai dua hari ke depan.

Hari pertama diisi dengan sholat fardlu berjamaah, makan berjamaah, muroja’ah, cinema juara (Kungfu Panda I), curhat bersama wali kelas, Quiz Juara I, Qiyamullail dan taushiah motivasi dari super trainer Mr. Sobirin.

Hari kedua diisi dengan perjalanan menuju puncak sukawana selama lebih kurang 90 menit dengan jalan kaki dari villa istana bunga lembang. Sepanjang perjalanan, sluruh siswa terlihat sangat menikmati dan tetap semangat. Padahal guru pendampingngnya ngap-ngapan.

Alhamdulillah seluruh siswa bisa tiba di puncak dengan selamat lebih kurang jam 10.00 WIB. Acara dilanjutkan dengan games dan simulasi menuju prestasi. Walaupun lelah perjalanan, tetapi siswa tetap semangat mengikuti kegiatan yang menguras energi mereka. Bahkan beberapa di antaranya cedera, namun tetap bisa tertawa.

Semula, makan siang direncanakan di puncak dan pulang menggunakan angkot. Namun Allah menguji lebih. Motor konsumsi dan angkot tidak bisa naik bukit, sehingga semua harus menempuh perjalanan kedua lebih kurang 60 menit dengan jalan kaki lagi. Tetapi semua tetap semangat, kecuali ada guru yang kakinya sudah lecet… kacian… Padahal siswa mah sehat-sehat saja.

Akhirnya tibalah di padang rumput yang luas. Makan siang pun dimulai dengan suka cita, walaupun ada yang ngusir-ngusir (kayaknya harus bayar deh…). Sepertinya sudah tidak ada lagi tempat yang gratis kecuali sekolah di SD Juara. BTW, makan tetap lahap… alhamdulillah.

Yang jauh lebih penting adalah, semua bertekad untuk berjuang sungguh-sungguh menuju puncak prestasi, khususnya UTS. Tidak ada yang didapat begitu saja, semuanya harus mau ditempuh dengan ikhtiar walau harus susah payah atau letih dan lelah. Doakan kami….