Monthly Archives: February 2012

Outing Study para ilmuwan Juara ke Observatorium Bosscha lembang

Cimahi (24/2) hari ini adalah hari yang spesial bagi siswa/I SD Juara Cimahi binaan Rumah Zakat karena mereka yang biasanya belajar IPA di dalam kelas, kini mereka dapat belajar langsung di Observatorium Bosscha Lembang yang merupakan  sebuah tempat observartorium (pusat pengamatan) astronomi yang didirikan oleh Karel Albert Rudolf Bosscha.

Outing study ini diawali dengan penjelasan tentang sejarah Observatorium Bosscha yang memakan waktu sebanyak 5 tahun dari tahun 1923 sd tahun 1928 dan pengetahuan seputar Astronomi seperti pengetahuan tenatang bumi, bulan, matahari, galaksi Bima sakti dll yang dilengkapi dengan gambar-gambar  slide sehingga siswa semakin takjub melihat satu persatu ciptaan Tuhan yang dibuat begitu teratur dan teliti tersebut. Para siswa sempat terkejut ketika diterangkan tentang ukuran bumi yang ternyata hanya berukuran setitik dari galaksi yang ada di alam semesta ini serta penjelasan tentang matahari yang sangat dahsyat kekuatan cahayanya.

Kegiatan dilanjutkan dengan mengunjungi teleskop berukuran sangat besar di ruang observasi Bosscha. Di tempat ini siswa diberikan penjelasan oleh petugas tentang cara kerja dan manfaat teleskop yang diberi nama teleskop Zeiss.

Salah seorang siswa (fikra, kelas 4) berkomentar “senang sekali bisa ikut belajar astronomi di Bosscha. Ini adalah pengalaman pertama saya ke sini, saya jadi tahu tentang planet dan bisa melihat langsung teleskop yang sangat besar”

“Kegiatan outing study ke Bosscha ini adalah wahana bagi siswa untuk bisa lebih memahami materi pelajaran IPA secara langsung karena dilakukan dengan  outdoor learning” demikian penerangan Hendi Munandar, S.Pd selaku PJ kegiatan Outing study.

Advertisements

SD Juara Cimahi Juara 3 lomba Calistung

Cimahi Unggul dan Mandiri
Setelah berikhitiar optimal dan memanjatkan do’a kepada Allah Sang Penguasa jagat raya akhirnya SD Juara Cimahi berhasil menjadi Juara 3 lomba Calistung (Membaca Tulis Berhitung) a/n Tamira siswa kelas 1.
Lomba Calistung kali ini memang memerlukan perjuangan yang tidak mudah karena SD Juara Cimahi menghadapi SD Melong Mandiri 1 yang merupakan SD RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional) yang sudah langganan menjadi juara tingkat Kota dan Provinsi.
<P>Dalam lomba Calistung tahun ini, Juara 1 dan 2 dimenangkan oleh SD RSBI sedangkan SD Juara Cimahi menjadi juara 3 pada kategori lomba kelas 1 Calistung.
Do’akan Kami. kami akan terus berusaha.
Nantikan kabar gembira yang lain dari kami.
Bisa3x. paaaaaaaaaasti bisa. Insyaallah.

Nyetrika yuk!

oleh Malahayati , RJI – Cimahi

Inilah salah satu program pembinaan untuk anak-anak sd juara. jreng jreng nyetrika baju. Eh jangan salah lho, nyetrika baju itu butuh skill yang ga gampang. apalagi nyetrika baju kemeja. Nah, untuk kali ini anak kelas IV diajarin cara nyetrika baju yang di bimbing langsung oleh LSU SD Juara Cimahi. Program ini akan dilanjutkan dengan evaluasi untuk satu bulan ke depan. Diharapkan anak-anak memiliki bekal kemandirian ketika kelak mereka sudah dewasa. Satunya dengan mandiri menyetrika baju sendiri. Terimakasih untuk orangtua yang sudah mengajarkan kemandirian pada saya… Love You Always

 

Sabet 6 gelar, SD Juara Cimahi siap menuju tingkat Kota

oleh Suhud Syamsul Hakim, RJI – Cimahi

Sejak tanggal 1 Februari yang lalu, SD Juara Cimahi mengikuti lomba SAPTA PAI yang diselenggarakan oleh KKG PAI. Hasilnya adalah sebagai berikut :
– Juara I Tahfidz Putera atas nama Hazim Mujahid (kelas 4)
– Juara II Tahfidz Puteri atas nama Kuni Hafidzah (kelas 4)
– Juara III Cerdas Cermat atas nama Wafa, Fahmi dan Dinar (kelas 5)
– Juara I Gerakan dan Bacaan Sholat atas nama Thorik, Wildan dan Zahra (kelas 4)
Empat gelar juara ini membawa SD Juara Cimahi ke SAPTA PAI tingkat kecamatan yang diselenggarakan tanggal 4 Februari yang lalu.

Setelah mengikuti perlombaan SAPTA PAI tingkat kecamatan, maka inilah hasilnya:
– Juara II Tahfidz Puteri atas nama Kuni (satu-satunya dari Gugus Ahmad Yani)
– Juara III Cerdas Cermat (satu-satunya dari gugus Ahmad Yani)

Jadi untuk lomba SAPTA PAI tingkat kota Cimahi, yang sudah pasti adalah  dua yang akan berjuang, yaitu Tahfidz Puteri dan Cerdas Cermat. Doakan kami, semoga memperoleh yang terbaik… aamiin.

 

Deklarasi GENCAR (Gerakan Cinta Sayur)

oleh Suhud Syamsul Hakim, RJI – Cimahi

Setiap tanggal 25 Januari, diperingati sebagai Hari Gizi dan Makanan atau Hari Gizi Nasional (HGN). Salah satu jenis makanan yang banyak mengandung gizi adalah sayuran. Akan tetapi sangat disayangkan, minat anak-anak (termasuk siswa SD Juara) saat ini masih sangat rendah. Bahkan ada di antaranya yang menyatakan tidak suka makan sayuran. Maka dalam rangka HGN ini, SD Juara Cimahi menggelar Deklarasi Gerakan Cinta Sayur (GENCAR) sebagai langkah awal mempopulerkan sayuran di kalangan siswa.

Deklarasi GENCAR ini dibuka dengan edukasi sayuran oleh Ahli Gizi, Wina Nursofia dari CSF. Siswa diperkenalkan kembali dengan super manfaat dari sayuran. Setelah itu seorang siswa membacakan deklarasi cinta sayuran yang ditandai dengan mengonsumsi wortel mentah bersama-sama. Bahkan wali kelas pun ikut serta menikmatinya.

Acara dilanjutkan dengan pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter dari Cita Sehat Foundation. Sebanyak 51 siswa telah diperiksa, dengan meninggalkan beberapa rekomendasi kesehatan. Dua di antara rekomendasi itu adalah perbaikan gizi dan perbaikan gigi. Maka rekomendasi itu pun disampaikan kepada orang tua dalam acara Parenting School dan diakhiri dengan deklarasi orang tua untuk menyediakan sayuran bagi siswa, minimal selama 11 haru berturut-turut.

Lalu, jika anak-anak sudah cinta sayuran,KAMU…??? (hehehe… korban iklan ^_^)

Ada Bomb di SD Juara Cimahi

oleh Suhud Syamsul Hakim, RJI – Cimahi

Ketenangan dan keceriaan siswa SD Juara Cimahi, pagi tadi sempat terusik dengan sebuah kejadian luar biasa. Ketika siswa sedang berada di dalam mesjid mengikuti acara GROW, tiba-tiba ada sebuah bungkusan hitam yang tergeletak di antara siswa. Tidak ada siswa yang mengaku memilikinya, namun berdasar beberapa saksi dikatakan bahwa sempat ada seseorang yang dicurigai menyimpan bungkusan itu. Selain itu beberapa siswa juga sempat mendengar bunyi “beep” dari dalam kotak misterius.

Berdasarkan beberapa saksi tersebut, maka serentak saja Ibu-ibu guru mengevakuasi seluruh siswa ke luar ruangan mesjid karena dikhawatirkan isinya adalah BOM. Situasi pun menjadi panik, tidak terkecuali ibu-ibu orang tua siswa madrasah yang sedang menunggu anak-anaknya. Bahkan beberapa orang tua sekitar sekolah pun menangkap kepanikan tersebut.

Dengan mengumpulkan segenap keberanian, kotak itu pun di bawa ke luar mesjid untuk diperiksa oleh tim penjinak. Situasi menjadi semakin tegang, ketika pemeriksaan sempat terdengar ledakan dari dalam kotak namun tidak menunjukkan kerusakan apapun. Banyak siswa sudah mulai di luar pagar sekolah dan berkaca-kaca ketakutan.

Sedikit demi sedikit, kotak itu itu pun terbuka. Dan ternyata isinya benar-benar BOMB (Bahan Orientasi Menjadi Berani), yang terdiri dari: Sandal Jepit, Sendok, Balon, Susu, Bengbeng, HP (sebagai sumber bunyi) serta selembar kertas bertuliskan: Selamat, Kamu Telah Menjadi Juara yang Berani…” dan siswa-siswa pun bertepuk tangan, tertawa sambil berkaca-kaca.

Kejadian tersebut merupakan skenario pembuka GROW hari ke-dua, yang bertujuan memperkenalkan konsep dasar BAM (Benar Aman dan Manfaat) untuk setiap tindakan. Dengan metode game dan simulasi, siswa diajak untuk mentaati dan sekaligus kritis terhadap aturan. Hanya aturan yang BENAR yang harus ditaati. Dengan metode sama (bentuk berbeda), siswa pun diajak untuk mengutamakan keamanan dan manfaat bagi orang lain. Salah satunya dengan bentuk LINTAS BENTENG. Siswa pun bisa merasakan dengan langsung perbuatan yang berlandas BAM, maka akan lebih baik, lebih cepat, tertib, tidak melukai diri sendiri dan orang lain serta memiliki nilai manfaat lebih banyak.

Begitulah sosialisasi peraturan sekolah kepada siswa yang berlangsung tadi pagi. Dengan diberlakukannya BAM, maka semua peraturan sikap yang seabreg di SD Juara Cimai, mulai tadi pagi DIHAPUSKAN dan diganti dengan BAM. Bagaimana hasilnya? JIka nilai yang ditanamkan selama 3 tahun ini sudah terinternalisasi, maka insya Allah sekolah aman. Jika belum??? ^_^

Setelah penjinakan BOM selesai, tiba-tiba dua orang teroris masuk lapangan dan saling adu tembak di antara para siswa. Tapi kali ini tidak membuat ketakutan, kelainkan gelak tawa. Karena yang tampil adalah Mr. Yudi dan Mrs. Silfi lengkap dengan senjata dan asesorisnya. Mereka siap tambil untuk ice breaking versi teroris.

Perjalanan sang Juara berlanjut ke belahan dunia laiinya dengan terlebih dahulu mendapatkan bekal dalam “English Time”. Miss Pipit mengajak para Juara bermain dan lebih dekat dengan bahasa Inggris, dengan harapan para juara tidak menganggap English seperti teroris melainkan seperti “Telor di Iris-iris” ^_^ (lezaaat).

Perjalanan pun harus berakhir. Tidak tahu dimana akhirnya, yang pasti kapal akan berenti. Ustadz Hendi mengajak siswa bermuhasabah kembali. Tidak ada yang tahu kapan dunia berlalu. Tidak tahu kapan tamu terakir akan mampir. Entah kapan pemutus kenikmatan akan bertandang. Yang pasti semoga kita sempat bertaubat, kembali dalam keadaan Benar, Aman dan telah memberi banyak Manfaat kepada Umat.

Esok hari, insya Allah perjalanan baru segera dimulai. Doakan, semoga amanah ini tertunaikan….

 

WANARA & Hari ibu yang spesial

oleh Suhud Syamsul Hakim, RJI – Cimahi

Hari kedua pelaksanaan WANARA (Wahana Anak Juara) 2011 SD Juara Cimahi di Area Perkemahan Kenver Cimahi alhamdulillah baru saja diakhiri dengan prosesi yang menyentuh hati. Bertepatan dengan hari Ibu tanggal 22 Desember, Siswa Juara Cimahi mempersembahkan nasi cinta untuk Bunda.

Tidak kurang dari 40 bunda, siang ini hadir di arena WANARA untuk menemui buah hati tercintanya. Mereka menyaksikan bagaimana putera-puteri membuat hidangan istimewa untuk Bunda dengan ikhtiar, resep dan kreasi sendiri. Sambil menantikan sajian dihidangkan, sebuah perbincangan ringan antar Bunda terjadi di sudut lapangan.

“Bagi saya, perubahan anak ketika masuk SD Juara sangat terasa berbeda. Ketika awal masuk kelas 1 saja sudah menunjukan perubahan. Setiap mau tidur dia mengajak saya untuk dzikir asmaul husna. Bahkan kalau dulu anak saya kembali bermain dengan menangis, sekarang sangat terbuka dan cair dengan teman-temannya.” Begitulah curhat singkat Ibu Riefky kelas 1 yang juga ibu Fathia kelas 4.

Senada dengan Bunda Riefky, Bunda Dinar mengatakan bahwa ia merasa tidak bisa apa-apa sehingga kemampuan yang dimiliki anaknya sekarang adalah benar-benar kiprah sekolah. Tidak hanya itu, ia juga mengaku merasa sangat bersyukur dengan berbagai bantuan yang diberikan SD Juara kepada beliau dalam berbagai bentuk.

Setelah sesi perbincangan singkat, maka dimulailah prosesi pemaknaan hari Ibu, Nasi Cinta untuk Bunda. Para Bunda duduk berbaris di bawah tenda, dan serta-merta anak-anak mereka duduk bersimpuh di hadapan dengan membawa hidangan. Suasana menjadi sangat haru, manakala narator memulai pemaknaan.

Air mata mulai terurai dan tidak bisa lagi disembunyikan, terlebih ketika sang anak mencium tangan bunda begitu lekat. Lalu sang bunda membalas mencium kening anaknya penuh dengan cinta. Kini bukan sekadar tetesan air mata, tapi isakan sudah menyeruak dari bawah tenda.

“Bunda, setiap hari engkau membersihkan bajuku, engkau mencuci pakaianku. Tetapi hari ini aku hanya bisa menemuimu dengan baju penuh lumpur dan pakaian penuh kotoran. Mungkin sekotor itu pulalah dosaku padamu. Namun aku tetap berharap dengan cinta engkau sudi membersihkan pribadiku… Bunda, terimalah persembahan terbaik yang bisa kami berikan, sepiring nasi cinta untuk bunda.” Narasi inilah yang mengantarkan sesuap-demi sesuap nasi cinta dinikmati oleh sang Bunda melalui tangan anaknya. Sang bunda pun membalas dengan nilai kasih sayang yang jauh lebih indah, suapan kasih sayang untuk anaknya tersayang.
Alhamdulillah… di akhir acara hampir semuanya berkaca-kaca…

Begitulah prosesi hari Ibu yang sekaligus puncak event WANARA SD Juara Cimahi. Sebelumnya, siswa SD Juara Cimahi harus hiking, susur sawah, berkotor-kotor, tarik tambang, menangkap ikan, pertandingn kaulinan dan sebagainya untuk mendapatkan bahan makanan pembuatan nasi cinta untuk bunda.

Doakan kami, semoga bisa berbuat lebih baik untuk para Bunda…